Kuliah akhir-akhir ini terasa cukup berat, tetapi menyenangkan. Tetapi berat? Sekut lah yang namanya hidup kan harus diberi jalan, bukan dimaki-maki gara-gara menyerempet hidup-hidup yang lain. Kecuali...ya menulis di sini.
Kecuali temen-temen, bener ya yang namanya tahun pertama itu sepertinya cukup berat secara keadaan jiwa. Jujur saja, teman-teman belum sekarib seperti yang telah kita habiskan di tiga tahun SMA kan? Ya bareng-barengnya mungkin sebatas seru-seruan saja. Teman-teman pergi dan datang, sulit ya sepertinya mendapatkan yang benar-benar sejati dan tulus, setulus wordpad yang belum pernah komplain (semacam tiba-tiba membajak keyboard ini, tidak mau menyimpan tulisan ini, atau bahkan membatasi kata-kata saya hanya sebatas sekian ribu karakter). Walau demikian, tentu akan lebih sejati seandainya wordpad ini mampu merespon dan menanggapi tulisan saya, dan bolehlah komplain (asal jangan menyakitkan dan menyedihkan). Bukankah demikian yang disebut "Sekali teman tetap teman?" Ya, hanya sekali saja teman (sejati) itu, setelah itu, mati. Tidak ada yang namanya ketika hidup meninggalkan kita ketika sulit, ketika kita gundah, dan sebaliknya, saya tidak pernah meninggalkan dia, dan kita saling mengerti. Ya? Wordpad..
yayaya setuju sekali dengan Anda, Bung. saya disini juga agak bingung untuk mendapat sesuatu yang bernama teman sejati. rasanya semakin kita dewasa semakin sulit untuk mendapatkannya. yang ada hanyalah teman-untuk-kepentingan-semata. setelah itu? selesai. mereka pergi tanpa sedikitpun menoleh ke Anda untuk mengucapkan salam perpisahan. hahaha mungkin kalau orang-orang heboh dengan cinta lokasi, saya malah berpikir tentang teman lokasi.
hhhhaahhhhh, temanku yang kusayang, you're so cliché.........
0 comments:
Post a Comment