selamat malam.
hey kamu yang ada di seberang sana. ya, kamu. kamu tau tidak? disini saya menunggu. disini saya terpaku. sikap kamu yang seperti itu membuat semua menjadi rancu. tapi beruntung sekali dirimu. karena saya disini tidak bosan-bosannya menunggu kamu yang begitu.
saya sudah lelah menangis. dan setelah saya pikir-pikir lagi, kamu bukanlah orang yang patut saya tangisi jika kamu menghilang dari kehidupan saya. sebenarnya kita sama-sama tau yang kita rasakan, bukan? tapi kenapa kamu meragu? kamu malah memilih orang lain. memang dia adalah seorang bidadari dari negeri seberang. sedangkan aku adalah rakyat biasa yang penuh dengan mimpi. tetapi aku yakin dia tidak lebih baik dariku. coba tanya kepada diri kamu sendiri. apa dia memperlakukan kamu sebaik aku? apa dia menerima kamu seperti aku menerimamu? apa dia memaklumi jika kamu bertindak bodoh? apa yang dia perbuat kepadamu setulus aku melayanimu? apa dia ada di samping kamu saat kamu membutuhkannya? apa dia menerima kamu apa adanya?
ah aku tidak tahu, Tuan
oh mungkin saja dia mempesona. mungkin dia lebih menarik. mungkin kamu dan dia berasal dari latar belakang yang sama. mungkin dia memberimu dampak positif untuk hidupmu kedepannya. mungkin dia memiliki selera yang sama dengan dirimu. mungkin dia lebih pintar daripada aku. mungkin dia pandai bersolek.
ah, aku benar-benar tidak mengerti
sungguh, aku ingin kamu mengatakan yang sebenarnya. kita sudah sama dewasa. dan aku akan selalu siap dengan keputusan yang kamu buat. walaupun sebenarnya aku masih dan akan terus berharap tentang kita. aku tidak sedang bermimpi, Tuan. aku bukan sok tahu, tapi aku ingin memberitahu kamu bahwa seharusnya memang aku yang ada di hatimu..
......................................
hahahahaha jangan terlalu serius, Tuan. semua yang aku katakan tadi hanyalah kejenakaanku saja. aku tidak mau kamu merasa tertekan dengan semua ini karena akupun sedang berada disebuah fasa yang bisa disebut titik nadir. aku menganggap ini adalah sebuah siklus kehidupan. dan kamu memiliki hak untuk menanggapi dengan pikiranmu sendiri.
ini adalah sepucuk surat untuk kamu.
selamat malam.
(Sepucuk Surat untuk Tuanku)
0 comments:
Post a Comment