waaaaaw! demi apa sekarang agustus? terakhir post itu mei. berarti.... kurang lebih 2 bulan gue gak ngepost apa-apa disini. hahaha. pembukaan yang rada sampah.
hm... gimana ya. jujur saja sudah banyak sekali kejadian menarik yang sudah terlanjur malas untuk diceritakan. dan gue sebagai orang yang punya cerita pun merasa bahwa setelah gue resmi berusia 19 tahun pada tanggal 14 Juni yang lalu, gue menjadi seseorang yang berbeda. i mean, bukan mukanya atau bentuknya yang berubah, tetapi gue merasa lebih menemukan siapa gue sebenarnya, entah itu dalam konteks yang positif atau negatif. dan di saat inilah gue bener-bener baru bisa merasakan suatu makna dari lagu Everybody's Change-nya Keane.
kalo ditanya tentang suka atau enggak sama perubahan yang gue alami, jawabannya adalah biasa aja alias statis. kurang memuaskan ya? emang. kenapa gue bilang statis? soalnya, di satu sisi gue merasa seneng banget dengan perubahan yang gue alami (terutama perubahan pola pikir), tapi di sisi lain gue jadi berpikir, "kok ini kayak bukan gue ya?".
gue gak ngerti sebenernya kenapa gue merasa seperti ini. entah karena gue bergaul di lingkungan orang-orang yang selalu punya jawab atas pertanyaannya, atau karena emang jati diri gue. contohnya, kalo dulu, tiap ada suatu wacana biasanya gue cerna dulu trus baru gue mengomentari seputar kejadian di wacana tersebut. kalo sekarang, tiap ada wacana gue akan membaca beritanya, diam, lalu mencerna apa sebeb dari kejadian tersebut dan melihatnya dari beberapa sudut pandang. kalo menurut gue itu bisa ditoleransi, ya kenapa diributkan? toh gak ada ruginya buat orang lain. trus gue jadi lebih sedikit berbicara dan lebih suka berpikir. jadi mau ngasih solusi juga bisa, tapi lama. paling kalo bicara cuman untuk bertanya sesuatu yang masih belum pasti.
sempet terlintas di pikiran gue apa ini gara-gara "doktrinasi" waktu matkul Pengantar Keilmuan MIPA ya? waktu itu salah satu dosennya menurut gue sangat menekankan bahwa kita ini adalah kaum-kaum pemikir dan penemu sesuatu yang baru dari sebuah ide. hahahaha kalo emang iya hebat sekali ya pengaruhnya kepada gue.. tapi, kita juga tau kalo semua yang kita alami itu berdasar dari pengalaman kita sendiri. jadi itu alamiah aja ada dalam diri kita yang berpikir untuk sesuatu yang mainstream, walaupun kita mungkin gak berani untuk mencobanya.
gue sekarang sedang dalam massa pembinaan yang biasanya dialami oleh teman-teman tingkat dua di ITB (baca=osjur). pertemuan pertama ada sesi lingkar wacana. jujur saja, gue suka lingkar wacana kayak gini, terarah dan dengan sumber yang memiliki misi yang sama (karena sejurusan). tapi gue kurang puas sama pemberi materi di kelompok gue. baik sih, baik dan ceria banget. dan emang yang harusnya diomongin tuh adalah obrolan-obrolan santai antara junior dan senior. salahnya gue adalah bertanya tentang pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya mendasar dan jawabannya adalah relatif. begini.. gue bertanya seperti ini, "Kak, kakak kan di bidang kekeluargaan nih. Menurut kakak sendiri, kekeluargaan itu apa sih kak?", dan satu lagi, "Kak, kan himpunan ini katanya kajiannya sangat bagus, pernah nggak kak, mengkaji sesuatu yang mainstream dari budaya kampus? contohnya, kenapa mesti ada forum semacam forbas yang dilaksanakan dengan cara yang seperti kemarin. soalnya menurut saya cara seperti itu sudah terlalu ketinggalan zaman karena penjajahan sekarang bentuknya tidak lagi fisik. lebih baik kita melakukan suatu forum dengan cara yang lebih intelek yang membuat kita bisa berinovasi lebih dalam mencari solusi dari suatu masalah. tapi maksud saya disini forbas cuman salah satu contoh ya kak, bukan mau mengomentari ttg forbas itu sendiri. gmn kak, pernah gak Kak?". senior gue itu adalah anak tahun 2008 yang sekarang posisinya di himpunan adalah di bidang kekeluargaan. dan jawaban yang dia berikan atas pertanyaan gue yg pertama adalah, "hmm.. apa ya? kekeluargaan itu......... abstrak. dimana kita saling begini begitu blalalalala dst dst.". jawaban yang satu lagi, "mmm... kalo selama saya di himpunan, setau saya belum pernah... dst dst.".
disini gue gak bermaksud ngejek atau nyindir atau apa. gue cuman pengen sharing aja ttg pengalaman gue. setiap gue dapet giliran nanya, pasti kakaknya selalu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya lewat mulut, mikir. kalo boleh jujur, gue sama sekali nggak puas dengan jawaban seperti itu. tapi gue mengakui bahwa pertanyaan yg gue ajukan adalah sesuatu yang sangat relatif yang tiap orang memiliki arti menurut pribadi masing-masing. dan biasanya pertanyaan seperti itu (katanya) adalah pertanyaan yang biasa ditanyain senior sama juniornya, bukan malah kebalikannya. sama sekali gak bermaksud nyombong, tapi memang gue pun berhak bertanya seperti itu kan sama yang udah lebih banyak pengalaman? gue pun kalo dibalik tanya akan menjawab sesuatu yang pasti berbeda dari yang dipikirkan oleh si penanya.
hufft, banyak juga gue ngetik untuk pertama kalinya setelah hibernasi. segini dulu aja deh. semoga yang gue pikirkan gak menyinggung orang lain dan tidak membuat Anda berburuk sangka dengan saya. hahaha amiiiinn.
oia, selamat puasa untuk orang-orang yang beriman. maafkan semua kesalahan saya ya! many things to do this week nih. segini dulu yaaaaaaaa.. keep up the spirit guys.. semangat!!!! :D
0 comments:
Post a Comment